Jumat, 05 Agustus 2011 | By: Jakarta Punya

Tempat Berbuka Puasa Favorit

Bagi umat muslin, Ramadhan bukan berarti tidak bisa melakukan wisata kuliner layaknya bulan-bulan lainnya. Karena bisa jadi justru 'perburuan makanan' semakin seru ketika sambil ngabuburit. Di Jakarta banyak tempat makan favorit yang kerap didatangi orang untuk bersantap. Selama Ramadhan, tempat-tempat itu pun menjadi pilihan untuk berbuka puasa.
Di Jakarta Selatan, ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi untuk berbuka puasa bersama rekan maupun keluarga. Misalnya Roti Bakar Edi di kawasan Kebayoran Baru tepatnya di Jalan Raden Patah, belakang Masjid Al-Azhar. Jadi setelah shalat magrib berjamaah, Anda bisa berbuka di tempat ini. Kemudian melanjutkan dengan shalat tarawih bersama.

Roti Bakar Edi sudah dikenal sejak tahun 80-an. Di sini Anda dapat menyantap roti bakar dengan aneka isi seperti keju, coklat dan lainnya. Ukuran rotinya besar, perporsinya Rp 7.000 s/d Rp 9.000 per porsi. Roti Bakar Edi pun menyediakan menu lain seperti nasi goreng dengan beberapa pilihan rasa, bubur ayam, siomay, nasi uduk dan Indomie telor kornet serta aneka minuma halal.

Kawasan Blok S pun dapat menjadi tempat yang cocok untuk tempat berbuka puasa. Selama ini Blok S sudah menjadi tempat favorit untuk berwisata kuliner, bahkan merupakan salah satu tempat pilihan hang out anak muda Jakarta. Ada beberapa pilihan tempat makan yang menjadi primadona dan banyak direkomendasikan orang untuk dikunjungi termasuk sebagai tempat berbuka puasa. Ada siomay, bakso, pempek, sate, dan lainnya. Tak ketinggalan es podeng khas Blok S yang sudah tersohor.

Kawasan Tebet pun dapat menjadi pilihan tempat untuk Anda berbuka puasa. Tepatnya di Jalan Tebet utara III. Di sini banyak pilihan tempat makan yang dapat Anda sambangi untuk makanan berbuka salah satu yang cukup terkenal di kawasan ini adalah Warung Wafa tempat yang menyediakan makanan ringan dan pengganjal perut seperti roti bakar, dan indomi telur plus korned. Harga yang ditawarkan di WAFA 99 termasuk murah kisaran harganya Rp 4.000 - Rp 8.000.

Jika kurang puas menikmati santap buka, Anda dapat mengunjungi beberapa tempat makan yang menyediakan jenis makanan lokal maupun internasional. Salah satu restoran yang cukup laris adalah Bebek Ginyo, masih di Tebet. Resto ini memiliki menu bebek goreng, bakar, balado, sambal ijo, dan bebek kremes. Selain itu, menu pendukung seperti sayur asem, urap, pepes bebek, tahu, dan tempe. Minumnya ada es cendol, aneka jus, dan lainnya. Kisaran harga yang ditawarkan sangat terjangkau Harga Rp 4.000 - Rp 14.000.

Masih di Tebet, tak jauh dari Bebek Ginyo ada tempat makan yang menawarkan menu internasional yakni Kafe Burger & Grill yang menawarkan burger. Selain itu juga ada pilihan menu lain, misal sandwich, steak, spaghetti, sop buntut bakar, sop iga bakar, plus aneka minuman dan jus. Nah sekarang tinggal anda yang menentukan tempat mana yang mau kunjungi.

Di Jakarta Timur adai banyak tempat yang bisa menjadi referensi untuk wisata kuliner berbuka puasa. Ada yang bersifat musiman, banyak juga yang tetap. Untuk yang musiman di bulan Ramadhan dan bukanya pun hanya menjelang maghrib. Sedangkan tempat yang memang sudah tetap berjualan, untuk bulan ramadhan ini biasanya mulai berjualan menjelang maghrib.

Sebut saja sepanjang Terminal Rawamangun sampai Jalan Paus menjadi tempat pilihan berbuka puasa dari pedagang musiman sampai yang tetap, tumpah ruah. Masih di sekitar Rawamangun, tepatnya di Jajanan Tenda Balai Pustaka berbagai penganan berbuka puasa juga tersedua sejak pukul 5 sore.

Ada lagi tempat ngabuburit yang juga tempat berbuka puasa seperti di daerah Pulomas dan beberapa tempat lain seperti di Pasar Ampera, Pacuan Kuda, dan sepanjang Jalan Pulomas Raya.

Yang unik, beberapa jajanan yang jarang ditemui pun biasanya muncul di Bulan Ramadhan ini. Sebut saja kolak dengan berbagai varian, bubur sura yang berisi berbagai jenis kacang, dan berbagai jenis makanan dari berbagai daerah pun banyak dijual sebagai makanan berbuka puasa seperti gabus pucung, es kacang merah, dan es pisang ijo.

Jadi Bulan Ramadhan, bukan berarti perburuan kuliner berhenti.

Sumber: Majalah Travel Club


Sumber : http://liburan.info/content/view/714/46/lang,indonesian/ ,Sumber: Majalah Travel Club

0 comments:

Poskan Komentar