Pages
Jumlah Pengunjung
About Me
- Jakarta Punya
- Jakarta Punya Souvenir,the city`s souvenir. Tempat di mana kamu bisa mendapatkan souvenir-souvenir cantik, unik dan menarik khas Jakarta. Dibawah asuhan dari KADIN JAYA dan UKM di beberapa daerah.
Jakarta Jakarta
Mystery of Batavia
Tokoh Jakarta
Cagar Budaya Jakarta
Makanan Khas Jakarta
Transportasi Jakarta
Cerita-Cerita Jakarta
Jakarta Punya Produk
Pesannyee
Jl.Wijaya II No.119 - Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Ondel-ondel
Ondel-ondel merupakan hasil dari kebudayaan Betawi yang berupa boneka besar yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau kedok yang dipakaikan ke anyaman bamboo tersebut, dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.
Jenis pertunjukan ini diduga sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam di pulau Jawa dan juga terdapat di berbagai daerah dengan pertunjukkan yang sejenis. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali dikenal dengan nama Barong Landung.
Awal mulanya pertunjukan ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertontonkan, dan kebanyakan acara tersebut kini di adakan pada acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk menyemarakkan pesta-pesta rakyat serta peresmian gedung yang baru selesai dibangun.
Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan
keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tertentu, tergantug dari asing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpian Gejen, kampong setu. Ada yang diiringi dengan pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarag pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring, seperti rombogan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres. Ondel-ondel betawi tersebut pada dasarnya masih tetap bertahan dan menjadi penghias di wajah kota metropolitan Jakarta
sumber :http://www.swaberita.com/2008/05/27/nusantara/ondel-ondel-betawi.html
Jenis pertunjukan ini diduga sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam di pulau Jawa dan juga terdapat di berbagai daerah dengan pertunjukkan yang sejenis. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali dikenal dengan nama Barong Landung.
Awal mulanya pertunjukan ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertontonkan, dan kebanyakan acara tersebut kini di adakan pada acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk menyemarakkan pesta-pesta rakyat serta peresmian gedung yang baru selesai dibangun.
Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan
keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tertentu, tergantug dari asing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpian Gejen, kampong setu. Ada yang diiringi dengan pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarag pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring, seperti rombogan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres. Ondel-ondel betawi tersebut pada dasarnya masih tetap bertahan dan menjadi penghias di wajah kota metropolitan Jakarta
sumber :http://www.swaberita.com/2008/05/27/nusantara/ondel-ondel-betawi.html
Monumen Nasional
Sejarah Monas ( Monumen Nasional )
Tugu peringatan nasional / yang lebih dikenal Monas merupakan salah satu dari monumen yang di dirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat pada masa revolusi kemerdekaan melawan Belanda (penjajah).
Monas di bangun untuk memberi inspirasi dan membangkitkan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Monas adalah monumen sejarah sekaligus monumen nasionalisme bangsa Indonesia Monas ini mulai dibangun pada Agustus 1959 di areal seluas 80ha, dan arsiteknya adalah Soedarsono dan Frederich Silaban dengan Ir.Rooseno. Monumen ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden.
Keistimewaan dari Monumen Nasional adalah pada bentuk tugunya yang unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni setinggi 137 m. Dipuncak monas terdapat cawan yang menopang nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 Ton, dan dilapisi emas 35 kg,Lidah Api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia ingin meraih kemerdekaan. Pelataran puncak dengan luas 11 x 11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi.
Dari pelataran puncak Monas,pengunjung dapat menikmati pemandangan hiruk - pikuk dan keramaian susasana seluruh penjuru kota Jakarta . Arah Selatan, dari kejauhan tampak Gunung Salak berdiri kokoh. Arah Utara, lepas membentang dengan pulau-pulau kecil. Arah Barat, tampak Bandara Soekarno - Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
Di pelataran puncak,17m lagi ke atas terdapat lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14.5 ton,berdiameter 6 m ,dan terdiri dari 77 bagian yang di satukan .
Lokasi : Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat
Tugu peringatan nasional / yang lebih dikenal Monas merupakan salah satu dari monumen yang di dirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat pada masa revolusi kemerdekaan melawan Belanda (penjajah).
Monas di bangun untuk memberi inspirasi dan membangkitkan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Monas adalah monumen sejarah sekaligus monumen nasionalisme bangsa Indonesia Monas ini mulai dibangun pada Agustus 1959 di areal seluas 80ha, dan arsiteknya adalah Soedarsono dan Frederich Silaban dengan Ir.Rooseno. Monumen ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden.
Keistimewaan dari Monumen Nasional adalah pada bentuk tugunya yang unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni setinggi 137 m. Dipuncak monas terdapat cawan yang menopang nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 Ton, dan dilapisi emas 35 kg,Lidah Api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia ingin meraih kemerdekaan. Pelataran puncak dengan luas 11 x 11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi.
Dari pelataran puncak Monas,pengunjung dapat menikmati pemandangan hiruk - pikuk dan keramaian susasana seluruh penjuru kota Jakarta . Arah Selatan, dari kejauhan tampak Gunung Salak berdiri kokoh. Arah Utara, lepas membentang dengan pulau-pulau kecil. Arah Barat, tampak Bandara Soekarno - Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
Di pelataran puncak,17m lagi ke atas terdapat lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14.5 ton,berdiameter 6 m ,dan terdiri dari 77 bagian yang di satukan .
Lokasi : Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat
Kerak Telor
Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.
Resep Kerak Telor
Bahan :
100 gr beras ketan putih, dicuci bersih dan direndam dengan air kurang lebih 2 jam
4 butir telur bebek
4 sdm bawang goreng
4 sdm serundeng
4 buah cabai rawit, iris halus
2 sdt garam
1 sdt lada bubuk
1 sdt gula pasir
4 sdm ebi bubuk
Cara membuat :
Panaskan penggorengan kerak telur hingga cukup panas.
Masukkan satu sendok makan sayur ketan yang sudah direndam beserta airnya (sekitar 50 gr), tutup dan masak kurang lebih 2 – 3 menit.
Buka tutupnya, kemudian beri 2 butir telur, 2 sdm bawang goreng, 2 sdm serundeng, 2 sdm ebi, 2 buah cabai rawit, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada bubuk dan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata.
Ratakan disisi penggorengan kurang lebih berdiameter 20 cm, tutup dan masak kembali hingga harum
Balik penggorengan kerak telur hingga terjilat api dan permukaan atas harum terbakar.
Lalukan cara yang sama untuk bikin kerak telur yang berikutnya. Sajikan.
Untuk 2 porsi.
Resep Kerak Telor
Bahan :
100 gr beras ketan putih, dicuci bersih dan direndam dengan air kurang lebih 2 jam
4 butir telur bebek
4 sdm bawang goreng
4 sdm serundeng
4 buah cabai rawit, iris halus
2 sdt garam
1 sdt lada bubuk
1 sdt gula pasir
4 sdm ebi bubuk
Cara membuat :
Panaskan penggorengan kerak telur hingga cukup panas.
Masukkan satu sendok makan sayur ketan yang sudah direndam beserta airnya (sekitar 50 gr), tutup dan masak kurang lebih 2 – 3 menit.
Buka tutupnya, kemudian beri 2 butir telur, 2 sdm bawang goreng, 2 sdm serundeng, 2 sdm ebi, 2 buah cabai rawit, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada bubuk dan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata.
Ratakan disisi penggorengan kurang lebih berdiameter 20 cm, tutup dan masak kembali hingga harum
Balik penggorengan kerak telur hingga terjilat api dan permukaan atas harum terbakar.
Lalukan cara yang sama untuk bikin kerak telur yang berikutnya. Sajikan.
Untuk 2 porsi.
Roti Buaya
Roti Buaya merupakansalah satu syarat yang harus dibawa oleh calon mempelai pria untuk mempelai wanita pada saat hari pernikahan.
Pada hari pernikahan, salah satunya Roti Buaya yang dibawa bentuknya adalah sepasang buaya jantan & betina dan buaya betina sedang menggendong anaknya di punggungnya.
Mengapa buaya yang menjadi simbol?
Menurut sejarahnya buaya merupakan hewan yang paling setia dengan pasangannya.dan menurut ceritanya buaya hanya kawin sekali dalam seumur hidupnya.
Jadi makna dari buaya itu sendiri dalam lambang pernikahan adat betawi sebagai pembawa makna dan doa agar pasangan yang menikah tersebut dapat menjadi pasangan yang setia seumur hidupnya
Jembatan Kota Intan
Jembatan yang berlokasi dekat Hotel Batavia (dulu Hotel Omni Batavia) ini dibangun tahun 1628 dan diberi nama Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Pada tahun 1655 diperbaiki kemudian diberi nama baru oleh VOC Belanda menjadi Het Middlepunt Brug atau Jembatan Pusat. Namun, masyarakat setempat pada waktu itu menyebutnya "Jembatan Pasar Ayam".
Pada tahun 1938 Jembatan ini diperbaiki lagi dan berganti nama menjadi Jembatan Juliana. Sejak Indonesia merdeka, jembatan ini diberi nama "Jembatan Kota Intan" sesuai dengan nama lokasi setempat, dimana di kawasan tersebut Kastil Batavia bernama "Diamond".
Jembatan Kota Intan sering disebut juga sebagai Jembatan Jungkit karena jembatan itu dapat diangkat bila ada kapal yang melintas. Di masa Batavia, kapal yang mengangkut rempah-rempah dari pedalaman ke Pasar Ikan atau sebaliknya ke gudang dan pasar sering melewati kali di bawah Jembatan Kota Intan.
Jembatan tua peninggalan Belanda itu menghubungkan sisi timur dan barat Kota Intan di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta Utara. Namun, jembatan yang hampir semuanya terbuat dari kayu tersebut sekarang sudah tidak berfungsi lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
-
▼
2011
(75)
- ► 12/11 - 12/18 (1)
- ► 12/04 - 12/11 (1)
- ► 11/06 - 11/13 (3)
- ► 10/23 - 10/30 (15)
- ► 10/16 - 10/23 (1)
- ► 10/09 - 10/16 (2)
- ► 10/02 - 10/09 (2)
- ► 09/11 - 09/18 (2)
- ► 09/04 - 09/11 (1)
- ► 07/31 - 08/07 (1)
- ► 07/24 - 07/31 (1)
- ► 07/10 - 07/17 (1)
- ► 07/03 - 07/10 (3)
- ► 06/26 - 07/03 (2)
- ► 06/19 - 06/26 (4)
- ► 06/12 - 06/19 (1)
- ► 06/05 - 06/12 (2)
- ► 05/29 - 06/05 (1)
- ► 05/22 - 05/29 (1)
- ► 05/15 - 05/22 (1)
- ► 05/08 - 05/15 (2)
- ► 04/17 - 04/24 (1)
- ► 04/10 - 04/17 (5)
- ► 04/03 - 04/10 (9)
- ► 03/20 - 03/27 (2)
- ► 03/13 - 03/20 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (3)
- ► 02/27 - 03/06 (2)
- ► 01/30 - 02/06 (2)
- ► 01/16 - 01/23 (1)
-
►
2010
(2)
- ► 09/05 - 09/12 (2)







